Sejarah Dan Teori!

Oleh : santgreat! ANGKERS forovers!

Dalam diskusi mengenai masalah ini, Engels menekankan, bahwa dalam keseluruhan terdapat suatu kesejajaran antara penyajian teoretikal dan sejarah aktual. Kondisi-kondisi yang membatasi kebenaran fondamental ini sama dengan suatu penjelasan yang disederhanakan dari interpretasi Marx mengenai komponen-komponen, kesesuaian dan kontradiksi-kontradiksi hubungan itu.

Jika kita memeriksa hubungan antara penyajian teoretikal dan rangkaian peristiwa-peristiwa sejarah real dalam teori Marx tentang kapitalisme, kita menemukan suatu inter-penetrasi, suatu konvergensi (pertemuan) dan divergensi (penyimpangan). Marx mengakui peristiwa-peristiwa sejarah aktual sebagai primer, tetapi secara khusus ia mencatat bahwa tidak mungkin untuk mengetahui arah real peristiwa-peristiwa sejarah dan untuk menguasainya secara mental melalui penggambaran sejajar yang pasif semata dari peristiwa-peristiwa real dalam pikiran. Penggunaan daya konstruktif pikiran dalam alam ide-ide tidak menjauhkan kita dari realitas objektif; bahkan tanpa itu kita tidak dapat memberikan suatu gambaran yang memadai akan realitas dalam pikiran.

Pada pencerminan dalam pengertian suatu salinan sejajar yang pasif, Marx menghadapkan suatu pengertian pencerminan sebagai ungkapan ideal dari realitas, penggambaran intelektual dari realitas.

Konsepsi Marxian mengenai pengajuan intelektual yang berhasil sebagai suatu reproduksi material-dialektikal dari realitas dan ide-ide dikarakterisasi–sejauh itu menyangkut hubungan pengajuan ilmiah dengan sejarah aktual–oleh sejumlah aspek berbeda- beda.

1. Analisis Marx beroperasi serentak di dua tingkat, di tingkat perkembangan teoretikal (Marx kadang-kadang beerbicara tentang perkembangan logikal) dan di tingkat peristiwa-peristiwa sejarah real. Tingkat perkembangan teoretikal diperoleh dari, dan dalam segi tertentu sama dengan, peristiwa-peristiwa sejarah real, bahkan memang unsur-unsur pokok dari sejarah real. Kegiatan di tingkat perkembangan teoretikal, sejauh ini dapat menyimpang dari dan dapat juga berlawanan dengan peristiwa-peristiwa sejarah real, bukanlah suatu konstruksi a priori, melainkan mencerminkan kehidupan dari yang material.

Merupakan salah-satu karakteristik analisis Marxian bahwa karya teoretikal selalu menyentuh fakta realitas sejarah. Ini suatu hal yang penting. Perkisaran terus menerus antara perkembangan dialektikal abstrak dan realitas sejarah konkret menggenangi seluruh CAPITAL Marx. Bersamaan dengan ini, harus ditekankan bahwa analisis Marxian selalu melepaskan diri dari rangkaian dan kedangkalan- kedangkalan realitas sejarah dan dalam ide-ide mengungkapkan hubungan-hubungan penting realitas itu. Hanya dengan demikian Marx dapat menangkap aktualitas sejarah itu, hanya dengan menyusun laporan ilmiahnya, sebagai tatanan-dalam, yang agak diidealisasi dan ditipifikasi, dari aktualitas sejarah dari hubungan- hubungan kapitalis. Pelepasan ini tidak dicapai untuk kepentingan jarak dari realitas sejarah, dan bukan suatu pelarian idealis dari realitas. Ia justru lahir untuk kepentingan penguasaan realitas secara rasional, untuk kepentingan pendekatan realitas. Kita di sini berurusan dengan suatu aspek integral dari gambaran materialis-dialektikal dari realitas dalam ide-ide. Ini, menurut Marx, adalah suatu produk dari kepala yang berpikir yang menguasai dunia dalam satu-satunya cara yang mungkin baginya. Tanpa prosedur ideal itu, dengan semata-mata berkutat pada sejarah real, akan tidak mungkin menjelaskan sifat dan esensi kapitalisme. Prosedur ideal dalam mereproduksi realitas dalam ide-ide adalah perlu untuk menangkap realitas sejarah, tetapi akan merupakan suatu kesalahan jika menganggap itu sebagai salinan langsung dari fakta historikal yang real.

Rujukan pada realitas sejarah terdapat dalam dua bentuk dalam sistem ilmiah Marx.Pertama, ada contoh-contoh yang melukiskan perkembangan teoretikal yang lengkap atau yang dikedepankan. Yang ini melukiskan pemaparannya dan merujuk pada pemahaman materialis-dialektikal mengenai hubungan-hubungan umum yang dikembangkan secara teoretikal. Penyajian-penyajian historikal itu terutama dilakukan pada waktu bersamaan dengan pemaparan teoretikal atau teristimewa tepat setelah pemaparan teoretikal dalam sub-seksi sub-seksi tertentu. Keabsahan dan pertalian penyajian-penyajian historikal itu dalam analisis struktural-genetik Marx dibenarkan oleh penggarapan bentuk-bentuk umum secara materialis- dialektikal, yang sesuai dengannya hubungan-hubungan umum hanya ada sebagai bentuk-bentuk individual khusus.

Kelompok kedua meliputi peristiwa-peristiwa dan fakta historikal yang sendirinya tidak penting bagi perkembangan teoretikal, namun secara sadar diperkenalkan ke dalam analisis Marxian dalam bentuk perkiraan-perkiraan tertentu yang terbukti, historikal dan bukan diperoleh secara teoretikal, yang menjadi titik pangkal perkembangan teoretikal lebih lanjut (dilukiskan oleh peristiwa- peristiwa historikal dari jenis pertama).

Marx mengedepankan pandangan-pandangan tertentu mengenai peranan dan keabsahan peristiwa-peristiwa historikal dari jenis kedua dalam analisis struktural-genetik materialis-dialektikal, misalnya dalam mempersoalkan akumulasi original [dari modal]. Marx membedakan (a) kondisi-kondisi dan perkiraan-perkiraan mengenai keberadaan modal, yang sendiri menciptakan modal melalui peredarannya (sirkulasi) sendiri, dan (b) kondisi-kondisi dan perkiraan-perkiraan mengenai keberadaan modal yang hanya termasuk dalam sejarah penciptaan modal, yang merupakan tahap-tahap perkembangan kapitalisme semata, namun yang muncul segera setelah modal lepas landas sendiri. Akumulasi original modal, yang mempunyai origin (asal) non-kapitalis, adalah suatu perkiraan eksternal seperti itu dari modal. Perkiraan historikal mengenai perkembangan kapitalis ini tidak termasuk dalam sistem produksi sesungguhnya (aktual) yang dikuasai oleh modal. Sesegera modal itu berkembang, uang, yang berfungsi sebagai uang-modal di tangan kaum kapitalis, dibangun dan kondisi-kondisi real bagi proses penciptaan nilai kapitalis tidak lagi difahami sebagai suatu perkiraan historikal, melainkan sebagai konsekuensi dari kegiatan khusus dari modal; dengan cara itu ia menciptakan perkiraan- perkiraan dan kondisi-kondisi dari keberadaan dan pertumbuhannya sendiri lebih lanjut. Pada itu Marx menambahkan:

……metode kami menunjukkan titik-titik di mana penelitian historikal harus dilakukan, atau di situlah ekonomi burjuis sebagai suatu bentuk historikal semata dari proses produksi menunjuk pada diluar dirinya sendiri pada cara-cara produksi dalam sejarah sebelumnya. Maka, untuk mengembangkan hukum-hukum ekonomi burjuis, tidaklah perlu menulis sejarah sebenarnya dari hubungan-hubungan produksi. Namun pemantauan dan deduksi yang benar dari hukum-hukum ini, yang telah menjadi dalam sejarah, selalu menghasilkan persamaan-persamaan utama –seperti bilangan bilangan empirikal dalam ilmu alam– yang menunjuk kepada suatu masa-lalu dibalik sistem ini. Indikasi-indikasi ini, bersama dengan suatu pemahaman yang tepat mengenai masa-kini, juga akan memberikan kunci pada pemahaman masa-lalu — suatu karya yang berdiri sendiri yang, diharapkan, dapat juga kita kerjakan. Pandangan yang tepat ini sekaligus juga membawa pada titik-titik, di mana penangguhan bentuk hubungan-hubungan produksi sekarang memberikan tanda-tanda akan menjadinya — bayangan-bayangan pendahulu masa depan. Tepat sebagaimana, di satu pihak tahap-tahap pra-burjuis tampak sebagai terlibat dalam penangguhan mereka sendiri dan karenanya dalam mengajukan perkiraan-perkiraan historik bagi suatu keadaan baru masyarakat.

Maka itu, dalam suatu sistem ilmiah yang mencoba analisis struktural-genetik tentang kapitalisme (yaitu, yang tujuannya adalah untuk mengungkapkan, untuk mengembangkan pengetahuan konseptual, konsep cara produksi kapitalis), terdapat –mau tidak mau– fakta historikal tertentu yang dianggap sebagai peristiwa-peristiwa bukan-perolehan (non-derivative) secara teoretikal yang sudah terbukti. Memahami itu secara teoretikal menyaratkan suatu tugas ilmiah yang lain daripada yang mengembangkan konsep kapitalisme, yaitu tugas menyusun konsep feodalisme.

Jelaslah bahwa dalam semua masalah ini, suatu peranan penting ditugaskan pada konsepsi yang khas Marxian mengenai bentuk logikal yang disebut Marx pengetahuan konseptual atau konsep itu.

2. Konsepsi Marxian tentang konsep mengungkapkan suatu bentuk logikal yang tidak kita dapati dalam ekonomi politik klasik Inggris dan yang bersifat esensial bagi konsepsi materialis-dialektikal Marxian mengenai reproduksi realitas dalam ide- ide dan bagi analisis struktural-genetik sebagai suatu tipe analisis khusus. Konsep menurut Marx, adalah reproduksi intelektual dari tatanan dalam, struktur dalam dari suatu objek, dan justru dari struktur-dalam itu dalam perkembangannya, asal- usulnya, keberadaan dan kemundurannya itu. Di dalam konsep itu Marx menyusun bentuk logikal yang menyatukan pandangan struktural dan genetik itu secara internal sesuai dengan konsepsi baru materialis-dialektikal, logikal-ontologikal. Konsep berarti pemahaman rasional, pencerminan intelektual dari objek itu dalam esensi struktural- genetiknya, yaitu dalam pertalian struktural-genetiknya.

Marx mengkarakterisasi pengetahuan konseptual (konsep itu) mengenai cara produksi kapitalis sebagai berikut:

Kita tidak berurusan dengan hubungan [satu sama lain] yang diambil oleh hubungan-hubungan ekonomik dalam rangkaian bentuk- bentuk masyarakat berbeda-beda. Lebih-lebih lagi (kita tidak berurusan dengan) tata rangkaian mereka di dalam ide (Proudhon), (suatu konsepsi halusinatori mengenai gerak historikal). Kita lebih berurusan dengan tatanan mereka di dalam masyarakat burjuis modern.

Tetapi tatanan ini (a) tidak statik; ia hanya ada dalam gerak; ia adalah suatu perkembangan berdasarkan suatu bentuk yang maju dan menuju pada kemunduran bentuk yang maju itu, pada perkembangan, pada kelahiran suatu bentuk baru; (b) proses struktural dalam bentuk maju ini berkaitan dengan sejarah di tahap-tahap bentuk yang dalam penelitian itu telah menjadi bentuk maju (yang telah berkembang) itu. Sama sekali tidak ada kaitan-kaitan sederhana; mereka tidak dapat dinyatakan oleh suatu paralelisme sederhana. Ini berarti, bahwa seseorang tidak dapat secara ilmiah mengajukan proses struktural dalam bentuk maju itu tanpa memperhitungkan origin-origin historikal, dan prosedur teoretikal yang memperkenankan interpretasi hubungan-hubungan struktural dalam bentuk maju itu dan serentak memperkenankan komponen historikal-genetik sebelum bentuk yang bersangkutan menjadi bentuk yang maju.

Jika bagi bentuk logikal Marxian pengetahuan konseptual (konsep) itu kita menggunakan istilah struktur, maka terdapat suatu pengertian umum dan suatu pengertian khusus yang merujuk kita kembali kepada Hegel. Ilmu Logika (Science of Logic) Hegellian adalah karya yang dalam bentuk idealis menuju pada suatu konsepsi struktural mengenai realitas, suatu konsep baru mengenai struktur; ia tidak dapat dinyatakan dalam satu atau dua kategori; hanya seluruh sistem yang dapat mengungkapkan konsek baru mengenai struktur dan memberikan suatu teori umum mengenai struktur.

Menyusun pengetahun konseptual suatu objek berarti, menurut Marx, menguasai realitas, menguasai realitas secara teoretikal, dalam satu-satunya bentuk yang mungkin.

Untuk melengkapkan karakaterisasi bentuk logikal Marx mengenai pengetahuan konseptual, akan kita ambil struktur logikal mengenai konsep uang, seperti yang dipaparkan dalam CAPITAL. Mula-mula Marx meneliti asal-usul uang; dengan analisis historikal-logikal Marx menjelaskan perkembangan uang. Menurut pendapatnya, kesulitan utama dalam analisis tentang uang diatasi segera setelah asal-usul barang dagangan dan pertukarang barang-barang dagangan difahami. Kalau itu sudah terjadi, teka teki mengenai uang terpecahkan sudah. Tetapi, manakala uang berhenti menjadi sesuatu yang misterius, ia tetap belum diketahui sepenuhnya, tanggapan kita mengenainya masih tidak lengkap. Marx meneruskan analisis berbagai fungsi uang (dan bentuk-bentuk khusus yang lahir darinya), kemudian analisis dari karakteristik-karakteristik kualitatif dan kuantitatif dari pernyataan moneter hubungan-hubungan pertukaran barang dagangan bersangkutan, dan analisis transformasi uang menjadi modal; di jilid kedua, analisis tahap moneter modal industrial; di jilid ketiga, analisis modal moneter, kredit, dsb. Semua kategori logikal Marx ada di situ, seluruh aparatus logikal dari konsepsi baru Marx mengenai determinisme, yang jalannya telah dirintis oleh Phenomenology and Logic (Fenomenologi dan Logika) Hegel.

Pada umumnya Marx memakai ungkapan konseptual dan historikal. Sebagai contoh ditulisnya:

Sejumlah besar kaum buruh bekerja bersama-sama, pada waktu sama, di satu tempat (atau, di bidang kerja yang sama), untuk memproduksi jenis barang dagangan yang sama dibawah kekuasaan seorang kapitalis, itulah yang menjadi, baik secara historikal maupun secara logikal, titik pangkal dari produksi kapitalis,

Historikal dan logikal ini harus ditafsirkan sedemikian rupa, sehingga gejala bersangkutan tidak hanya merupakan titik pangkal bagi perkembangan historikal dan perkembangan produksi kapitalis, melainkan juga tetap merupakan titik pangkal dalam perjalanan keliling yang ditempuh modal sebagai suatu bentuk yang telah berkembang; dalam peranan sebagai titik pangkal itu, ia beroperasi di dalam struktur dalam dari produksi kapitalis. Kita sudah menyebutkan kondisi-kondisi yang jelas menjadi titik pangkal historikal, tetapi yang sama sekali tidak konseptual, misalnya akumulasi (non-kapitalis) original. Atau, misalnya, modal dagang (merchant capital) mempunyai suatu hubungan historikal yang lain dan suatu hubungan logikal (konseptual) yang lain dengan produksi kapitalis.

Ketika menyusun pengetahuan konseptual mengenai suatu realitas khusus (perkembangan konsep) kita menemukan pada Marx –sejauh ia berurusan dengan hubungan kemajuan teoretikal dengan perjalanan sejarah aktual– hubungan dari kesesuaian sejajar (parallel correspondence), di mana kategori-kategori harus dikembangkan secara faktual dan historikal dari yang abstrak pada yang konkret, misalnya dari bentuk-nilai sederhana pada bentuk-uang. Namun kita menemukan ketidak-sesuaian jika perkembangan itu dari suatu jenis lain. Jalan analisis teoretikal lalu berbeda dari perjalanan sejarah, misalnya, dengan penjelasan mengenai tingkat rata- rata dari laba.

INTERPRETASI GRUSHIN

Suatu interpretasi yang patut diperhatikan dan dalam banyak hal merangsang mengenai masalah yang sedang diteliti di sini telah dibuat oleh B.A. Grushin.

Bahkan jika kita pada pokoknya dapat menyetujui pemaparan Grushin, observasinya masih merupakan persoalan dalam hal-hal tertentu dan memerlukan pendiskusian. Kita akan memusatkan diri pada hal-hal ini.

Menurut interpretasi Grushin, berbedaan antara sejarah objek (istoriya predmeta) dan objek yang telah berkembang (stavsky predmet) memainkan suatu peranan fondamental. Dengan penelitian proses historikal mengenai perkembangan suatu objek, teori berurusan dengan dua jenis material yang ditelitidengan fakta dan hubungan- hubungan sejarah empirikal objek tersebut, yang berkembang dalam suatu rangkaian temporal tertentu, dan dengan fakta dan hubungan-hubungan objek yang disajikan secara sezaman (contemporaneously) oleh si peneliti, sering secara langsung. Dari kedua itu, si peneliti harus mulai dengan dalam ide-ide mereproduksi perkembangan objek itu. Karenanya ia membedakan suatu hubungan yang komponen-komponennya saling terkait satu sama lainnya oleh rangkaian temporal mereka, yaitu oleh hubungan presedensi dengan konsekuensi, dari hubungan yang direproduksi terus-menerus dalam kondisi-kondisi yang berulang-kembali, dan komponen-komponen dari kedua hubungan diberikan kepada peneliti secara serentak. Pengarang itu menunjukkan bahwa perbedaan itu sangat relatif. Konsep dari objek yang telah berkembang mengandung konsepsi-konsepsi mengenai perkembangan objek, yaitu koneksi- koneksi serentak (tidak bergantung pada tingkat perkembangan mereka), tetapi bukan koneksi- koneksi temporal. Barangkali istilah struktur objek akan lebih tepat digunakan, tetapi ia juga menandung kelemahan-kelemahannya, Grushin menambahkan.

Perbedaan antara objek yang telah berkembang dan sejarah objek di dalam pemaparan Grushin dipandang sebagai kunci bagi karakterisasi aspek-aspek dasar tertentu dari analisis teoretikal Marx mengenai kapitalisme.

Grushin beranggapan bahwa, bergantung pada watak objektif dari proses yang sedang diteliti, analisis Marx melihat dengan jelas bahwa proses-proses seperti itu dapat direproduksi dalam pikiran dengan penelitian historikal dari proses-proses yang dapat direproduksi lewat penelitian objek yang telah berkembang. Penelitian mengenai perubahan-perubahan panjangnya hari kerja dalam sejarah modal Marx diambil oleh Grushin sebagai suatu contoh dari suatu penelitian yang tidak dapat tidak didasarkan pada sejarah objek, sedangkan penelitian mengenai proses uang-modal, menurut Grushin, mempunyai karakter lain: ia mesti direproduksi dalam pikiran lewat penelitian koneksi-koneksi dan hubungan-hubungan berkembang tanpa berpaling pada perkembangan historikal dari kapitalisme.

Lagi pula, Grushin mengenali keberadaan proses-proses tertentu lainnya yang dapat direproduksi dalam pikiran hanya lewat penelitian serentak mengenai hubungan-hubungan objek yang berkembang dan sejarah objek. Terdapat juga proses-proses yang dapat direproduksi dengan penelitian hubungan-hubungan objek yang telah berkembang maupun sejarah objek.

Jioka objek yang telah berkembang diberikan pada saat bersamaan dengan sejarah objek, maka peneliti, tergantung pada maksudnya, membuat objek yang berkembang maupun sejarah objek itu menjadi objek langsung dari penelitiannya.

Demikianlah kita dapatkan dalam CAPITAL Marx, bukan hanya beberapa kasus di mana objek yang satu dan sama itu dianalisa secara rangkap, pertama dalam koneksi-koneksi dan hubungan- hubungan kemajuannya, dan pada kali lainnya dalam koneksi-koneksi dan hubungan-hubungan historikalnya. Sebagai suatu misal dapatlah dikutib Bab.1 dan 2 dari jilid pertama. Objek yang diperiksa adalah sama: proses perkembangan dari barang-dagangan. Tetapi dalam bab pertama proses ini direproduksi lewat analisis barang- dagangan sebagai suatu faktum tertentu di dalam kondisi-kondisi keberadaannya…… Dalam bab 2, sebaliknya, objek langsung dari pemeriksaan adalah proses historikal konkret dari asal-usul dan perkembangan barang-dagangan.

Grushin mendasarkan klasifikasinya mengenai prosedur-prosedur logikal dan historikal pada pembedaannya antara objek yang telah berkembang dan sejarah objek.

Penelitian objek yang telah berkembang dan sejarah objek dalam semua kejadian tidak saja esensial namun juga perlu jika kita tidak mau melempar semua prosedur dan semua proses penelitian ilmiah ke dalam kekacauan dan jika mau menetapkan hukum-hukum real dari cara berpikir dialektikal……. Setiap penelitian adalah suatu proses regular yang memperkirakan pemecahan pertanyaan-pertanyaan logikal dan historikal tertentu, dan memang dalam suatu rangkaian khusus pula. Pembagian bahan-bahan penelitian mengenai objek yang telah berkembang dan sejarah objek membukakan, biarpun dengan kekasaran dan kebersyaratannya, jalasn pada analisis sesungguhnya dari yang logikal. Yang logikal itu kini terbagi dalam dua rubrik kasar: prosedur logikal dan prosedur historikal. Keduanya itu berguna untuk reproduksi proses perkembangan ke dalam ide-ide. Tetapi prosedur logikal melaksanakan tugas ini dengan analisis objek yang telah berkembang, sedangkan prosedur historikal menganalisa sejarah objek.

Interpretasi Grushin memperkenbalkan perbedaan-perbedaan penting, sedangkan pemaparan-pemaparan sebelumnya mengenai masalah itu pada umumnya tidak. Tetapi jika kita mengenakan suatu analisis kritikal mengenai keterbatasan-keterbatasan interpretasi Grushin itu, kita mendapatkan bahwa ia cacad dikarenakan berdiri setengah jalan dan karena tidak menuntaskan pembedaannya sendiri itu.

Tidak sadar akan semua keterbatasan yang menyangkut kebersyaratannya, Grushin beroperasi dengan antitesis objek yang telah berkembang dan sejarah objek sebagai alternatif-alternatif yang menyederhanakan dan mengacaukan hubungan antara sejarah objek dan struktur objek. Sebenarnya konsep mengenai yang historikal tampil dalam pemaparan Grushin dalam suatu makna rangkap: (a) dalam pengertian sempit dari proses-proses permukaan yang ada dalam rangkaian temporal (sementara), dan (b) dalam pengertian yang lebih luas dari proses-proses perkembangan yang ada secara objektif dan hubungan-hubungan mereka.

Dapat dimengerti, bahwa percampuran kedua pengertian mengenai konsep historikal, transisi dari pengertian yang satu pada pengertian yang lain dalam pemikiran Grushin itu, mengandung ketidak-tentuan. Grushin merumuskan hal-hal tertentu secara mendua-arti, misalnya kesatuan dari yang logikal dan yang historikal, begitu pula antiteses objek yang telah berkembang dan sejarah objek, yang menjadi dasar bangunan karyanya. Untuk menghindari ketidak-tentuan dan kesamaran ini, perlulah bagi kita untuk membedakan hal-hal tertentu secara lebih eksak daripada halnya dengan antiteses objek yang telah berkembang dan sejarah objek itu. Untuk merumuskan karakter khusus dari konsepsi Marxian mengenai analisis teoretikal pada umumnya, dan khususnya mengenai aspek- aspek analisis teoretikal yang sedang diperiksa, kita harus membedakan antitesis objek yang berkembang dan sejarah objek sebagai berikut:

(a) pra-sejarah objek yang telah berkembang;

(b) sejarah objek yang telah berkembang.

(a) dan (b) memiliki dua jenjang:

  1. yang faktual dan empirikal, yang muncul pada permukaan;
  2. regularitas-regularitas dalam (inner), seperti bentuk-bentuk struktural dan genetik, yang menyatakan diri pada permukaan faktual-empirikal.

Dalam analisis Marxian mengenai kapitalisme, semua proses-proses perkembangan objektif yang mengacu pada genesis kapitalisme dan yang mendahului operasi modal atas dasarnya sendiri, termasuk pada pra-sejarah dari objek yang telah berkembang. Sesegbera modal beroperasi dengan kekuatannya sendiri, dimulailah sejarah dari objek yang berkembang itu. Ini mempunyai tahap-tahap yang berbeda-beda: dari tahap-tahap pembukaan hingga kedewasaan klasikal, hingga tahap-tahap pembubaran, transisi pada objek yang lain.

Jika dalam terang perbedaan yang lebih kaya, lebih eksak ini kita memperhatikan contoh-contoh analisis Marxian yang dikutib Grushin, maka kita sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang berbeda- beda mengenai karakteristik-karakteristik logikal mereka. Tesis Grushin bahwa penelitian Marx mengenai hari kerja tidak dapat diterapkan pada objek yang telah berkembang, yang gantinya itu memerlukan perhatian pada material sejarah tidaklah dapat dipertahankan.

Jika kita memeriksa struktur logikal dari pemaparan Marx mengenai hari kerja sehubungan dengan kepentingan-kepentingan kita di sini, kita menyimpulkan bahwa Marx lebih dulu melakukan suatu analisis logikal teoretikal mengenai masalah panjangnya hari kerja dan mengenai perubahan-perubahan dari kepanjangan itu. Dari penelitian mengenai esensi hubungan-hubungan modal dan mekanisme dalam (inner) dari kapitalisme yang telah berkembang Marx menarik pengetahuan dasar mengenai panjangnya hari kerja dan perubahan- perubahan dalam kepanjangan itu: sebenarnyalah, tiada pembatasan-pembatasan bagi hari kerja yang diberikan oleh sifat pertukaran barang dagangan. Pekerja, sebaliknya, berusaha membatasi hari kerja hingga suatu kepanjangan normal.

Karenanya, dalam sejarah produksi kapitalis, penegakan suatu norma bagi hari kerja menyatakan dirinya sebagai suatu perjuangan mengenai batas-batas hari kerja itu, suatu perjuangan antara modal kolektif, yaitu klas kapitalis, dan kerja kolektif, yaitu klas pekerja.

Analisis teoretikal ini, asalan (perolehan-derivation) logikal ini adalah suatu pemaparan mengenai hubungan yang dapat diramalkan, yang ada secara objektif dalam proses-proses real historikal. Dalam pengertian itu analisis logikal Marx selalu–dengan satu atau lain cara– berakar dalam sejarah real; ia adalah pencerminan sejarah real.

Perkembangan pengetahuan lewat logika, bahwa panjangnya hari kerja dan transformasinya dalam kapitalisme adalah suatu hasil perjuangan klas, dilukiskan dalam pemaparan Marxian dengan peristiwa-peristiwa konkret historikal pada jenjang empirikal. Karenanya, Marx sekaligus meluaskan analisis teoretikalnya dengan jalan pelukisan (dalam seksi itu ia tidak tinggal pada permukaan semata-mata). Demikianlah ia mula-mula mempersoalkan Undang- undang Perusahaan tahun 1850, yang dibandingkannya dengan Reglement organique dari tahun 1831, undang-undang yang mengatur hubungan-hubungan kerja di kepangeranan-kepangeranan Danube. Di situ Marx memaparkan tanggapan-tanggapan yang meluaskan analisis terdahulu mengenai esensi penguasaan kapitalis atas nilai-lebih, karenanya itu adalah tanggapan-tanggapan yang termasuk pada analisis logikal. Sub-seksi subseksi berikutnya mengungkapkan bahwa masalah hari kerja dalam kapitalisme yang sudah dewasa dibedakan dalam banyak hal dari masalah yang sama pada awal kapitalisme, periode di mana modal berada pada taraf embrionik (janin). Kalau dalam pemaparan terdahulu analisis logikal Marx diluaskan dengan penjelasan mengenai perbedaan antara penguasaan kapitalis (yaitu, yang terdapat dalam kapitalisme yang sudah dewasa) atas kerja lebih (surplus labour) lewat perpanjangan waktu bekerja dan bentuk-bentuk pra-kapitalis, di sini ia diluaskan dengan penjelasan mengenai atribut-atribut khusus dari tahap-tahap sejarah kapitalisme yang berbeda-beda. Sub-seksi sub-seksi final mempersoalkan pengaruh Undang-undang Perusahaan atas negeri-negeri lain, karenanya atas gejala-gejala tertentu pada jenjang empirikal, tetapi di sini analisis logikal terdahulu juga diluaskan dengan beberapa penjabaran baru.

Seperti yang kita lihat, bagian analisis Marx mengenai kapitalisme yang sedang diteliti di sini mempunyai dasarnya pada analisis hubungan-hubungan dalam objek yang telah berkembang maupun pada analisis mengenai peristiwa-peristiwa sejarah, yaitu justru sejarah kapitalisme dan sejarah bentuk-bentuk pra-kapitalis.

Pada prinsipnya, yang sama dapat dikatakan mengenai penelitian-penelitian Marx atas proses uang-modal. Grushin memulai interpretasinya sebagai berikut:

Faktum sejarah bahwa uang adalah bentuk pertama penampilan modal, adalah sekaligus suatu hubungan dari objek yang telah berkembang, yaitu, suatu hubungan yang direproduksi oleh kondisi- kondisi yang secara terus-menerus diulang-ulang [Marx menulis, bahwa] Pertama-tama, semua modal muncul di atas panggung, yaitu, di pasaran, apakah itu barang-dangan, kerja, atau uang, bahkan pada dewasa ini, dalam bentuk uang yang lewat suatu proses tertentu harus diubah menjadi modal. Adalah justru sifat proses ini yang memperkenankan reproduksinya dalam pikiran dengan jalan penelitian hubungan-hubungan dan koneksi-koneksi yang telah berkembang tanpa mempertimbangkan perkembangan historikal dari modal.

Untuk mendukung interpretasinya, Grushin lari pada Marx.

Sebagai suatu kenyataan sejarah, modal, yaitu berlawanan dengan pemilikan tanah, terlebih dulu selalu mengambil bentuk uang; ia tampil sebagai kekayaan uang, sebagai modal saudagar dan tukang riba. Tetapi kita tidak perlu merujuk pada asal-usul (origin) modal untuk menemukan bahwa bentuk pertama penampilan modal adalah uang. Kita dapat melihat itu setiap hari dengan mata kepala kita sendiri.

Marx memperagakan di sini bahwa uang adalah bentuk pertama, titik pangkal dan benih modal dalam kapitalisme yang berkembang maupun dalam genesis kapitalisme: tidak lebih dan tidak kurang. Grushin secara salah memberikan arti lain pada kata-kata Marx, yaitu: tidaklah perlu bercemas dengan sejarah dan perkembangan modal jika seseorang menyajikan proses uang-modal (yaitu, perkembangan modal dari uang dalam logika). Sebenarnya Marx telah menekankan justru pada kebalikannya, bahwa proses uangmodal tidak dapat dipaparkan secara teoretikal dengan penelitian kondisi-kondisi dan peristiwa-peristiwa historikal tertentu secara empirikal, kecuali jjika keadaan-keadaan historikal itu ditata menjadi suatu pemaparan teoretikal.

Jelas juga di sini bahwa pemaparan teoretikal Marx mengenai proses uang-modal memperkirakan analisisnya mengenai hubungan- hubungan dalam objek yang telah berkembang maupun peristiwa-peristiwa sejarah empirikal, dan perkembangan historikal dari kapitalisme di atas segala-galanya. Dalam tahap-tahap terakhir analisis teoretikalnya mengenai fungsi-fungsi uang dan hubungan uang-modal dalam kapitalisme dewasa (kredit, uang-modal sebagai barang dagangan, dsb.), analisis teoretikal disertai data faktual dan historikal yang melukiskan karya logikal Marx.

Dengan mempertimbangkan interpretasi Grushin sebagai suatu kasus khusus, jika reproduksi dipandang dari segi teoretikal telah terlaksana lewat penelitian hubungan-hubungan objek yang telah berkembang dan sejarah objek, kita telah mencapai kesimpulan bahwa adalah suatu azas umum yang dapat diterapkan dari analisis materialis-dialektikal Marx sebagai suatu keseluruhan dan dalam seksi-seksi individualnya, untuk meneliti hubungan-hubungan objek yang telah berkembang, yang diungkapkan dalam analisis logikal. Hubungan-hubungan ini selalu berada dalam suatu kesatuan tertentu (dibedakan oleh karakter hubungan itu) dengan sejarah objek, dalam hal mana sejarah objek harus dirinci menurut jenjang-jenjang dan tahap-tahapnya yang berbeda-beda.

Kita telah mengupas menganalisa kekurangan-kekurangan dalam antiteses Grushin mengenai objek yang telah berkembangsejarah objek, agar dapat merumuskan atribut-atribut khusus dari analisis materialis-dialektikal Marx. Agar kita dapat mencapai kemajuan dengan karakterisasi perkaitan yang logikal dan yang historikal dalam analisis Marxian, kita harus lebih cermat memperhatikan pertanyaan konsepsi baru mengenai yang logikal apakah, koneksi dengan yang logikal baru apakah yang membentuk pengetahuan konseptual, yang kita dapatkan dalam analisis Marx tentang kapitalisme. Kemudian kita akan kembali pada beberapa persoalan yang diajukan di atas, teristimewa pada interpretasi Grushin tentang pemaparan Engels mengenai dua metode yang mungkin dalam penelitian, yang logikal dan yang historikal.

~ oleh santgreat pada 2009/04/11.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: