Sejarah Sex Dan Perkembangan

Sex atau hubungan Intim antara istri dan suami, kini seolah- olah hanya tinggal sejarah. Bagaimana tidak? Banyak yang berbicara bahwa, pacaran kalo gak GITU berarti bukan pacaran. Tragis bukan? seolah- olah bahwa wanita dan perangkatnya merupakan makanan kaum laki- laki, dan CINTA dijadikan suatu alat AMPUH untuk alasan ini. Atas nama CINTA lah, Atas Nama Keabadian dan kesetiaan-lah. Gombal.

Bila dilihat dari akar sejarahnya, wanita (Hawa) mempunyai tenaga 2x lipat dari laki- laki ketika berada diranjang ataupun di lapangan. Gak Percaya? Nih buktinya. Pada tahun 5000 sm, di Yunani tepatnya, ketika itu ada Raja yang Bernama SENT CRIPSO. Raja ini, selain ahli perang juga ahli dalam urusan rayu- merayu/ pedekate ( istilah milenium). Raja ini mempunyai 32 Ratu dan selir. Memiliki wanita sebanyak itu ternyata tidak membuat sang Raja bahagia. Karena Apa? Karena Raja tersebut melakukan Hubungan Intim tidak main- main, yakni setiap 10 jam 5-6 selir. Yang artinya dalam sehari rata – rata beliau menghabiskan minimal 10 ratu+selir. Hebat Bukan ? Et, tunggu dulu, yang membuat beliau gelisah adalah salah satu Ratu beliau yakni EVA LEZ CORI dari Aragon, umur 24 tahun, dengan ciri- ciri, montok, sexi, putih dan pokoknya HOOOOOOOT bgt. Kekawatiran beliau karena beliau dalam suatu kejadian saat malam pertamanya dengan CORY sebutan untuk Ratu tersebut, beliau telah merasakan bagaimana tangkasnya seorang wanita dalam ranjang. Dalam suatu PIAGAM diceritakan, bahwa beliau melakukan hubungan intim selama 24 jam non stop. Kebayang gak jamunya itu sapa? yang ngracik sapa?. Yang jelas bukan mak Erot. sang Ratu setelah Selasai berintimidasi beliau berkata” lek jowone ngene ” ” oalla mas- mas, wes ora kuat? ngono ngengkel rabi karo aku, mbien kan wes tak omongi, lek aku iki ora wong wedok sembarangan. Rasakno sopo ape mijet ANU mu. Wes lek ngono saiki latian ae mbendino ben kuat Yo? !! Iki Dosise, sedino 10 opo 12 selir mu, ben tambah ruso. Aku yo latian NGONO ben iso ngimbangi,, Kemudian Sang Raja Berkata ” jowone’  ” lah dek! koe latiane karo sopo??. Tenang ae Jaran neng kandang ake seng nganggur, kata sang ratu. Lho dadine Koe ape Nganu( ngesex) karo jaran?? tanya sang Raja. Oala mas- masa, opo aku goblok, aku kambi jaran mu iku ape dolen, jawab sang ratu, sambil menuju ke kamar mandi, sang ratu berkata : mesakno jaranmu, engko mati ero BARANGKU seng sexi iki” ya kira- kira itulah terjemahan dalam PIAGAM yang terkenal dalam istilah sejarawan dengan PIAGAM CORY.  Dalambeberapa kitap- kitap peninggalan sang Raja , yang ditemukan dalam exkavansi pada tahun 2003 lalu, dalam satu Artefak ( istilah dalam bahasa aerkeolog), setelah di terjemahkan, dalam waktu yang panjang, ada salah satu Artefak tersebut yang berbunyi sbb:( dalam Bahasa Indonesia)

Ramuan Ampuh dari Dewa yang Mardok

Memebrikan sari Kejantanan PUtra Dewa

Dalam Urusan Berahi biar Berani

Sebab RATU ini Adalah Ratu Putri Dewi SEX ELLA

Tenaga Dan Keterampilan Tiada Tara

Ganas Di ranjang, lembut Dalam Tingkah Laku

Sopan Berbicara, Tapi Lincah Dalam Mengolah Payah ( membuat lelah)

Semoga ENGKAU dalam KETETAPAN HATI

Untuk memilih dalam Hal berahi

Hingga Engkau Tidak temui Nasib

Seperti DIRIKU ini yang

Mati Dalam Ranjang, Tiada Daya Dalam Perang

Untuk PUTRA dan PUTRI ku

Ingat AKAN hal ini…………………………….

Kira- kira begitulah isi dan arti dari artefak tersebut.  Sebetulnya, kisah semacam ini, merupakan kisah dari seIPRIT saja kejadian- kejadian yang terjadi.

~ oleh santgreat pada 2009/04/07.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: